Angin di siang ini sangat kencang sekali, matahari yang terikpun menjadi pelengkap perjalananku siang ini.
Ku kencangkan tali sepatu ku yang sedikit kendor, setelah itu saya dan teman-teman bergagas untuk packing barang lagi. Kugendong tas carierku yang lumayan besar dan berat dengan kapasitas 60liter.
Kamipun membawa peralatan yang sangat lengkap karna kita harus savety dalam segala hal.
Setelah selesai packing semua barang, kamipun berdoa bersama agar perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah berjalan dengan lancar. Kami melakukan pendakian ini dengan (11 orang)
Perjalanan dimulai dari Sragen, kami menempuh perjalanan selama kurang lebih 3jam. Sesampainya disana pada pukul 12.00, kami beranjak untuk sholat dhuhur, kemudian kami packing ulang barang bawaan. Sembari packing ulang, teman-teman juga memberikan arahan dan mulai mengatur barisan, dan perjalanan kamipun dimulai 🙂 Pendakian gunung merbabu via selo memakan waktu kurang lebih 8-10 jam tracking (tergantung dengan kondisi pendaki). Gunung merbabu memiliki ketinggian 3.142 mdpl dan terdapat 3 Pos, terdapat 2 sabana , dan terdapat 3 puncak.

Trek pada awal-awal perjalanan masih tergolog landai, dan tidak terlalu nanjak, akupun bisa menikmati perjalanan ini dengan khitmat, tetapi akulah yang paling cerewet dan dikit-dikit minta break (karna masih pemula hehe). Pada saat itu cuaca juga sangat cerah, sehingga aku bisa dengan puasnya menikmati alam sekitar.
Perjalanan dari basecamp hingga Pos 1 sekitar 150menit. Pos 1 menuju Pos 2 sekitar 180menit. Dan dari Pos 3 menuju sabana ini menurut saya treknya sudah mulai nanjak banget dan extream banget. Jalan yang berdebu dan tanjakan yang tidak ada tali atau pegangan siap di depan mata kita. Ichsan dan Agung sebagai porter selalu menyemangati kami, saya di tengah bersama Niken, Sabila, yang selalu was was bisa naik atau tidak ya hehe. Karna takut sendiri melihat sisi kanan adalah jurang.
Alhamdulillah akhirnya kami semua bisa melewati treknya dengan lancar. Tak cukup 1 tanjakan tadi, mata kami masih disuguhi tanjakan yang lebih tinggi lagi (rasanya aku ingin berhenti disini, karna saya kalau sudah lelah suka ngalamun sendiri wkwkwk).
Tetapi temen-temen di belakang selalu support dengan kara-kata (bentar lagi sampai, semangat chaaaaa) dan akupun kembali bersemangat. Pada saat itu sudah menjelang magrib, hari sudah mulai petang. Sayapun menyaksikan kuasa Allah yang sangatlah indah, melihat sunset dari merbabu dengan background Merapi, seperti kata orang (Merapi tak pernah ingkar janji).

Sebentar terhipnotis dengan keindahan alam, tak disangka saya sudah ditinggal rombongan yang paling depan (ichsan, agung, faiz, anisa, nia) untung saja di belakang saya masih ada (nalindra, rivo, isnan, sabila, niken yang selalu sabar menungguku, menemaniku saat ku dikit-dikit mulai lelah hehe, terimakasih banyak).
Sebelum sampai ke sabana 1, kamipun masih melewati tanjakan lagi, saya sempat mau berhenti dan mau tetap berdiri disitu, karna samping kanan kiri jurang, ditambah lagi jalanan berpasir, licin, dengan kemiringan 90 derjat dan tidak ada tali, disitu hanya terdapat 1 pohon. Setiap langkah saya selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan perjalanan saya dan teman-teman saya.
Ketika saya berdiri di pinggir jurang dan hanya pengangan dengan ranting pohon yang kecil, ditambah lagi posisi sudah malam. Allah pun menunjukkan kuasaNya, dengan menghadirkan sosok orang baik sekali yang mengulurkan tangannya ke arah saya (padahal treknya sangat miring, licin, dan tidak ada pengangan). Orang tersebut sangat kuat mengangkat saya, MasyaaAllah, Allah selalu baik.
Alhamdulillah akhirnya saya bisa melewati trek tersebut, dan segera menyusul teman saya di sabana 1, tempat saya mendirikan tenda, ternyata mereka mendahului saya, karna mereka ingin bergegas memasang tenda, agar setelah kami sampai, kami semua langsung bisa beristirahat.
Pengalaman tersebut sangat ajaib menurut saya, Merbabu selalu membuat saya rindu ingin menginjakkan kaki kesana lagi, apalagi melihat sabana yang sangat cantik, dengan warna hijau yang membentang luas di jagat raya.

Merbabu 3.142 mdpl

11 tanggapan untuk “MERBABU tak pernah buat RINDUMU kelabu

  1. Aku adalah salah satu teman yang ikut mendaki di merbabu setelah membaca ceritamu aku teringat kembali bagaimana perjuangan di sana dan keindahan di sana. Nice

    Disukai oleh 2 orang

  2. Alhamdulillah menjadi bagian kecil dalam suatu perjalanan yang sangat mengasyikkan, cukup melelahkan dan cukup membuat suatu ingatan dan pengalaman yang berarti.

    Disukai oleh 2 orang

  3. Udah bagus sih ceritanya, tinggal konsistensinya aja dalam penggunaan beberapa kata seperti ‘aku’ ya pakai ‘aku’ terus jangan dicampur-campur, ada ‘aku’ dan ‘saya’. Masih agak banyak menemukan typo”, diteliti lagi sama coba belajar benerin eyd-nya. Semangat nulisnya, Icha!

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan ke noviantiririn Batalkan balasan